Rabu, 01 Mei 2013

PENGAKUAN


*DENGAN KATA INSYAF*
“Yakinkan hati, kuatkan jiwa, Sucikan pikiran, dan pastikan langkah menjalani hidup di jalan Allah”

PENGAKUAN KEHAMPAAN
Mulut busuk telah berucap
Mata buta telah melihat
Hati syaitan telah berbisik
Namun, semua hampa tiada makna
Meski bertahun-tahun telah hidup
Tapi dia seolah-olah mati
Tak ada guna, tak ada daya
Dia memang manusia
Tapi, dia diselimuti oleh kemunafikan
Semua kejelakan datang dari syaitan yang terkutuk
Kini…
Manusia itu sadar
Bahwa sesungguhnya
Seluruh hidup dan jiwa raganya
Hanya untuk Allah semata


                                                            @Ramadhan 2007@

Meninggalkan yang haram karena ALLAH



Abu Faraj Ibnul Jauzy – rahimahullah- berkata:
“Aku pernah mendengar bahwa ada seseorang dari golongan mulia dan terkemuka berjalan melintas sebuah kuburan. Tiba-tiba dilihatnya ada seorang perempuan yang cantik mengenakan baju hitam. Dipandangnya perempuan tersebut, akhirnya dia pun jatuh hati padanya. Lalu dia menulis semacam surat untuk si perempuan itu:
Sebelumnya aku kira “matahari “ itu hanya satu,
Dan hanya bulan yang berhak mendapat sifat “kecantikan”.
Hingga akhirnya aku melihatmu saat mengenakan baju duka yang berwarna hitam.
Dan pelipismu terangkai (indah) di atas pipi.
Maka aku pun berlalu, sementara hatiku dipenuhi rasa suka.
Jantungku bergetar dan air mata pun bercucuran.
Jawablah ungkapan ini, teriring dengan ucapan terima kasih.
Dan gunakanlah kesempatan untuk menyambung hubungan dengan orang yang sedang kasmaran”.
Setelah ditulis, dilemparkan surat tadi ke arah si perempuan untuk kemudian dibacanya. Lalu si perempuan untuk kemudian dibacanya. Lalu si permpuan pun menulis jawaban:

Selasa, 30 April 2013

Setangkai Mawar *24032007*


Di taman indah nan gersang
Setangkai mawar menari di balik dahaga
Mengikuti intonasi dalam nyanyian nafas
Untuk berperan tegar meraih mimpi-mimpi indah
                Berakarkan ketulusan cinta fatamorgana
                Setangkai mawar tumbuh semampunya
                Menebarkan harum indah semerbak
                Dengan duri yang memerahkan setiap jemari
Di dalam bayang-bayang nur Illahi
Tersirat segurat sepi dalam mahkota jiwanya
Berbaur embun dari danau hati
Dan berakhir dalam asa bagai serpihan kaca
                Sesungguhnya sang mawar…
                Sedang berdoa, mencari dan menanti
                Turun setitik hujan cinta dari awan bahagia
                Untuk layunya setelah mekar
                Untuk matinya setelah hidup
                Dan untuk keabadian dalam pelukan Illahi

SEJARAH 4 Thn Kita




Sedikit berbagi tentang angin yang terlintas di benakku malam ini.
Tahu kawan selepas penghambaanku pada-Nya ku teringat kenakalan kita di dibangku ilmu saat  sama-sama menjadi tahanan. Tahanan akademik yang berjuang untuk bebas dengan gelar yang akan melekat bukan hanya di nama tapi juga di jiwa, dan mungkin menjadi kebanggaan bagi raja dan ratu kita di istana sederhananya.
Kawan….
Telah lebih 4 tahun ku lalui masa itu, masa ketika  10 jemari penegak tubuhku mulai menginjak tanah ibu kota untuk cita-cita yang tak pernah berubah, mungkin begitu juga kamu. Dan takdir Allah mengumpulkan kita di ruang sempit penuh keceriaan dan persaingan yaitu ruangan D. Di ruangan itulah kita memulai kelakar kita yang menggila, narsis yang mendalam, dan diskusi yang memanas setiap kita bertahan dengan yang kita pertahankan. Ejekanmu bukanlah hal yang harus kupersidangkan bahkan itulah sumber tawa yang bisa menjadi senjata ku untuk melawan ejekanmu. Walau kadang sering ada paham yang tak selaras, tapi tak jarang juga kita saling mendukung, memotivasi bahkan melengkapi kekurangan masing-masing ketika Tuan Dosen mulai membantai kita dengan tugasnya yang mengandung madu ilmu. Cinta juga tak pernah alpa berbaur dalam keakraban kita hingga membuat kita menjadi pasangan-pasangan walau tak awet. Hhmmm kawan sungguh manis saat-saat itu, walau kita terbagi dalam kelompok-kelompok tapi ku yakin di nurani kalian kita tetap satu dalam ikatan sejati. Dan kini itu telah menjadi catatan dalam diary hidup kita bahkan  ku berikan halaman khusus dihatiku.

Hari Lahirmu *Memory SMP 12062004*



Kaulah yang pertama membuatku jatuh cinta
Kaulah yang pertama mengajariku tentang cinta 
Dan kaulah yang pertama memberi hatiku sebuah cinta
Walau cinta kita bukanlah cinta yang pertama di dunia ini
Tapi ku yakin
Tak ada cinta seperti cinta kita

Cinta mengajariku pahit manis kehidupan
Ku terjatuh dan terbangun untuk sebuah cinta
Guna berarti dalam hidupku  dan hidupmu
Guna berharga dalam pandangan Illahi

Cinta kita penuh gejolak antara amarah dan tawa
Karena nyawa masih polos untuk mengenal cinta
Namun dari cinta,
Kita mulai berani menapakkan kaki dalam rimba mencari cahaya

Keabadian sejatinya hanyalah milik Tuhan
Walau tak ada yang abadi dalam hidup ini
Tapi, aku selalu berharap cinta kita abadi di hati
Hingga dunia mengenang sejarah cinta kita
Dari kita hidup hingga kita hidup lagi.




Hati



Tak bisa terlelap membuat otak berpikir, walaupun malam semakin larut tapi tak membuat pikiran melambung jauh. Otak memikirkan sahabat dekatnya yang selalu menjadi pertimbangan ketika dia harus mengolah data tentang kehidupan. Ya hati, hati yang menjadi penentram si pemilik hati itu sendiri. Hanya sebentar saja,  otak terkapar tak sanggup loading untuk mencari tahu hakikat hati. Karena gumpalan daging ini tertaburi debu-debu rahasia yang tak dapat di jamah oleh otakku. Dalam hembusan nafas yang panjang akhirnya ku putuskan untuk meminta kepada pemilik hati.
Ya Allah…
Jika boleh hamba meminta, hamba ingin hati ini tidak di bolak-balikkan. Bukan karena tidak menerima garis takdir  tapi hamba hanya ingin ketika hati ini di arahkan ke depan wajah-Mu yang begitu mendamaikan, hamba tidak ingin membelakangi- Mu lagi. Karena kedamaian itu tidak ku dapatkan dari manusia atau ciptaan-Mu yang lain.

Senin, 29 April 2013

Ku Rindu Candamu Ayahku…….




          Ayahku apa khabarmu??? Semoga engkau baik-baik saja, walaupun  setiap hari engkau bercucuran keringat dan menguras tenaga di teriknya matahari untuk anakmu yang belum bisa membuatmu bangga.

Ayahku tersayang…
Tahukah kau bahwa ku sangat merindukan tawa dan candamu  yang dulu ketika aku masih kecil dan polos. Tawa dan candamu yang bisa membuatku tak peduli kejamnya dunia dan apa kata orang. Tawa dan candamu yang begitu manis bahkan sangat manis sehingga bunda cemburu melihat kemesraan kita .

Tapi sayang ayahku,itu sudah menjadi kenangan indah di massa lalu. Karena sekarang kau dan aku seperti gitar rusak yang tak lagi bisa memainkan melodi-melodi syahdu yang menggetarkan hati . yang tak lagi bisa menyanyikan lirik-lirik cinta yang ingin kita senandungkan. Sering ku bertanya mengapa jadi begini???.
Apakah mungkin itu terjadi karena waktu yang sempat memisahkan kita. Karena kau harus pergi jauh untuk memperjuangkan kelangsungan keluarga kita?. Atau mungkin karena sifat kita yang sama yang tak bisa menunjukkan cinta dengan kata tapi dengan sikap?. Entahlah ayahku…jawaban mana yang benar. yang jelas saat ini aku sangat merindukan tawa dan candamu yang manis itu.

          Ayahku tercinta… walaupun sekarang dirimu dingin bagai es tapi aku yakin engkau siap meleleh untuk menyejukkan hidupku yang gersang di tengah dunia ini. Engkau siap menghujamkan doa-doamu  untuk setiap detik nafas dan langkah kakiku. Dan engkau siap mengorbankan ragamu yang semakin rentan untuk masa depanku.

          Ayahku terkasih…walau tak banyak kata yang keluar dari bibirku untukmu. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan sekali lagi ayah, aku rindu tawa dan candamu itu amat sangat rindu.